www.LJK-Komputer.com

WA 0816 886 250, Lembar Jawaban Komputer, Cetak LJK Komputer, Software Scanner LJK, Jasa Koreksi LJK.

www.LJK-Komputer.com - WA 0816 886 250, Lembar Jawaban Komputer, Cetak LJK Komputer, Software Scanner LJK, Jasa Koreksi LJK.

Perubahan Soal UN, Tantangan Sekolah

Mencari Percetakan LJK seperti untuk Ujian Nasional, CPNS, SNMPTN dll? Langsung kontak 0812 1747 1100.

Berita  :

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana perubahan materi soal ujian nasional (UN) jenjang SMA dan sederajat untuk diintegrasikan dengan soal seleksi masuk calon mahasiswa di perguruan tinggi negeri (PTN) menjadi tantangan bagi sekolah. Sekolah menyambut baik dan menilai cara ini akan lebih efisien.

“Integrasi nilai UN yang juga dijadikan dasar penilaian masuk perguruan tinggi ini, menurut kami bagus. Bahkan jadi lebih efisien dan murah kalau sudah direkomendasikan dinas pendidikan,” kata Ridnan, guru kurikulum SMAN 78 Kemanggisan, Jakarta, Kamis (12/9/2012).

“Kami sih menjadikan itu motivasi dan tantangan. Kami tetap menjalani proses belajar mengajar sesuai kurikulum, dan menambah porsi belajar bagi siswa yang mau masuk PTN,” tambahnya.

Menurutnya, sekolah hanya perlu memberikan pendalaman materi kepada siswa kelas XII SMA/ MA/ SMK. Selain itu, perguruan tinggi juga diminta ikut terlibat dengan baik dalam rencana ini.

Pemerintah berencana mengubah soal UN SMA/MA/SMK dan memanfaatkan hasilnya sebagai syarat masuk PTN. Selama ini, hasil UN pada jenjang SD/MI telah dipakai dalam seleksi masuk SMP/MTs, demikian pula hasil UN SMP/MTs untuk masuk SMA/MA/SMK. Namun, hasil UN SMA dan sederajat masih belum sepenuhnya diakui PTN karena dinilai belum valid akibat tingginya dugaan kecurangan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh pernah mengungkapkan tidak akan ada lagi gangguan untuk menolak penyelenggaraan UN, kecuali terus memperbaikinya, terutama soal kecurangan yang masih terjadi.

“UN sudah sah keabsahannya, jangan diganggu, tinggal kita laksanakan UN dengan sebaik-baiknya. Kita sudah membuat porsi 60/40 untuk mengukur prestasi siswa di sekolah. Tadinya UN belom bisa jadi password masuk ke perguruan tinggi, tapi nanti ada akses agar bisa masuk ke sana,” ujarnya pada dalam rapat bersama Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.

Menurutnya, UN tak hanya dapat mengukur prestasi akademik siswa, tetapi juga dapat dijadikan untuk mengontrol aspek karakter siswa.

Sumber  : Kompas.com

Kembali Halaman Utama

Sosialisasi Kisi-kisi UN 2013 Mundur ke November

Koreksi LJK Tryout UN 2013, Informasi hubungi kami 0812 1747 1100.

Berita :

JAKARTA, KOMPAS.com – Kisi-kisi soal Ujian Nasional (UN) 2013 masih terus disempurnakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) beserta Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Rencana sosialisasi kisi-kisi UN 2013 yang ditargetkan dilakukan bulan ini diundur hingga bulan November.

Ketua BSNP, Aman Wirakartakusumah, mengatakan, kisi-kisi ini ditargetkan selesai pada pekan kedua atau pekan ketiga bulan November untuk selanjutnya segera disosialisasikan ke sekolah-sekolah sehingga para guru dapat fokus mempersiapkan anak didiknya.

“November dipastikan akan selesai. Tahun lalu juga pada akhir November. Tetapi dari tahun lalu tidak bergeser banyak,” ujar Aman saat dihubungi, Selasa (16/10/2012).

Dia mengungkapkan bahwa kisi-kisi UN 2013 ini telah dibuat sejak tahun 2012 ini. Pembuatannya juga didasarkan dan dikembangkan pada kurikulum yang tengah diajarkan guru pada anak didiknya. Untuk itu, pendalaman materi bagi anak didik sebenarnya dapat dilakukan tanpa menunggu kisi-kisi.

Tidak hanya itu, sekolah juga bisa memanfaatkan hasil evaluasi dan kajian penyerapan pelaksanaan UN pada tahun lalu. Dari evaluasi dan kajian tersebut, digambarkan secara jelas penyerapan masing-masing mata pelajaran.

“Jadi guru bisa langsung fokus mana yang dibenahi sehingga anak-anak dapat lancar saat UN,” tandasnya.

Sementara itu, bulan lalu, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, Chairil Anwar Notodiputro mengatakan, kebijakan untuk menerapkan 20 paket soal pada UN mendatang menuntut pihaknya melakukan pesiapan yang lebih matang, diawali dengan penyusunan kisi-kisi supaya bisa segera disosialisasikan. Meski variasi soal cukup banyak, Chairil mengatakan kementerian menargetkan melakukan sosialisasi pada bulan Oktober, lebih cepat satu bulan dari sosialisasi kisi-kisi tahun lalu pada akhir November.

Sumber  :  Kompas

Halaman Utama

Komposisi SNMPTN 2013, 50% tanpa Tes, 30% Tes, 20% Mandiri

LJK Komputer untuk keperluan SNMPTN dll, hubungi 0812 1747 1100.

Berita :

JAKARTA–MICOM: Sekretaris Umum SMNPTN 2013 Rochmat Wahab menambahkan formulasi yang sedang disusun pada seleksi PTN 2013 adalah 50% untuk SNMPTN tanpa tes, yang dulu disebut jalur undangan.

“Sekarang berdasarkan penelusuran prestasi akademik. Mengapa bukan undangan karena semua peserta berhak mengikuti jalur ini,” kata Rochmat Wahab yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) ini.

Sebanyak 30% mengikuti seleksi bersama masuk PTN melalui ujian tertulis dan ketrampilan dan sebanyak 20% diserahkan pada PTN masing melalui jalur mandiri.

“UNY akan menggunakan ketentuan ini,” cetusnya.

Wakil Rektor IPB Yonny Koesmaryono mengatakan berdasarkan kesepakatan para Rektor dengan Kemendikbud mulai 2013 dilaksanakan seleksi nasional sesuai UU No 12/2012 tentang Perguruan Tinggi.

Pastinya silahkan bertanya ke Rektor ITB atau Dirjen Dikti Kemendikbud bahwa komposisinya untuk seleksi S1 adalah 50% Jalur SNMPTN atau Seleksi Nasional Tanpa Tes, berdasarkan Prestasi Akademik.

“Sebanyak 30% Jalur SBMPTN (Seleksi bersama, dengan ujian tulis atau ketrampilan, dan 20% Jalur mandiri yang kebijakannya tergantung pada PTN masing-masing,” papar Yonny.

Informasi awal dan ketentuan lain, kata Yonny, akan disosialisasikan segera ke sekolah-sekolah mulai akhir Oktober ini.

Sedangkan untuk IPB. “Insya Allah IPB tidak ada masalah walaupun harus menggeser sedikit lebih rendah di jalur tanpa tes. Namun ini akan difinalisasi segera dengan keputusan Rektor IPB,” cetus Yonny yang pada SNMPTN 2012 sebagai Wakil Ketua Pokja.

Staf Rektor UGM Suryo Baskoro ketika dihubungi mengaku pihaknya untuk sementara akan mengikuti ketentuan tersebut yaitu, 50%,30%, dan 20%.

“Namun ini belum diputuskan Rektor UGM,” pungkasnya. (OL-11)

Sumber  : Media Indonesia